Sabtu, 08 Oktober 2011

Cinta Terbalut Luka (True Story)





Berawal dari sebuah perkenalan yang tidak disengaja lewat jejaringan social facebook, Very benar - benar merasakan hidup kembali setelah sekian lama hatinya membeku. Very mengalami sebuah penghianatan dalam menjalani hubungannya dengan seorang wanita dan membuatnya dingin selama bertahun – tahun. Tapi kali ini Dia berkenalan dengan seorang gadis yang berparas cantik, sebut saja namanya Mawar. Mawar adalah seorang pelajar Sekolah Menengah Atas kelas III.

Hari demi hari mereka jalani semuanya lewat chat di FB. Dan rasa sayang pun mulai tumbuh setelah very mengetahui bahwa orang yang dia kenal itu adalah tetangganya sendiri. Very benar benar tak menduga semuanya begitu dekat. Very sering sekali melihat Mawar berjalan di depan rumahnya, namun mawar tak menyadari kalau Very itu adalah tetangga nya sendiri. Di dunia maya mereka saling becanda, mecemooh, hingga akhirnya mempunyai panggilan masing – masing, Mawar memanggil Very dengan sebutan Kepiting, dan sebaliknya Very memanggilnya dengan sebutan Ubur-ubur.

Mereka benar-benar bahagia apalagi dilain kesempatan mereka di pertemukan dalam sebuah perjalan. Kala itu very pergi berangkat ke tempat kerjaannya, di sebuah gang yang sering very lewati dia berpapasan dengan seorang gadis yang selama ini dia kenal di dunia maya. Mereka hanya saling menatap tanpa saling menyapa, dalam hati Very berkata. “sial udah ada didepan mata, bukannya ngomong ko malah mulut ini terasa membisu”. Very pun melanjutkan perjalannya ke tempat kerjaan dengan hati yang gundah karena tidak bisa menyapa orang yang selama ini dia harapkan.

Setiap pulang dari kerjaan Very jarang langsung kerumah, dia pasti pergi ke warnet untuk selalu mencari kabar pujaan hatinya itu melalui FB. Suatu malam Verypun pamitan kepada Mawar untuk berangkat ke Jakarta karena kakak Very yang ke-3 akan melaksanakan pernikahan. Disela-sela percakapannya, Very memberanikan diri untuk meminta no telepon Mawar, Very berharap bisa terus berkomunikasi walau jarak mereka jauh.

Tak terasa pagi hari mulai menyongsong, Very harus mengakhiri kebersamaannya dengan Mawar, sedih dia rasakan harus lepas dirinya. “Tapi yahh mau bagaimana lagi masa ga hadir di pernikahan kakak” Very menggerutu, Dia tergesa-gesa pulang dari warnet menuju rumahnya, saat tiba di rumah dia kaget banyak sekali keluarganya yang bersiap-siap untuk berangkat. “ HALLO LUR” salah seorang wanita dari kumpulan itu berteriak. Very sontak kaget, kemudian dia menengok kearah suara tadi. “ANU GELO SIAH” dengan spontan kata-kata itu keluar dari mulutnya, semua orang yang berada disana menertawakannya, dan tak lain wanita yang tadi berteriak itu adalah sepupunya Very.

Berangkatlah mereka menuju tempat pengantin wanita kakaknya di Jakarta. Dalam perjalanan Dia duduk berdua dengan sepupunya itu, sebut saja Icha, Icha adalah seorang wanita yang gemar dengan nyanyian Dangdut, mereka bercanda bersama, keceriaan terpancar dalam perjalan itu, namun dalam otak Very selalu terlintas wajah Mawar, sesekali dia terdiam, dalam diamnya, slalu saja Icha membuat Very dibuat kaget karena Icha bernyanyi dengan nada keras.

Sesampainya di tempat tujuan rombongan dari pengantin pria sudah bersiap-siap, dan very disana menjadi seorang kameramen, akad nikah dimulai, dan alhamdulillah berjalan dengan lancar. Suasana di kota Jakarta waktu itu benar-benar membuat gerah semua orang. Setelah acara selesai. Very berangkat menuju bis dan tertidur nyenyak karena kelelahan. Dalam tidur nya, dia terbangun dengan keringat bercucuran membasahi seluruh tubuhnya, selain dari faktor cuaca, Very bermimpi tentang Mawar, dengan sigap Very mencari Hpnya dan mengirim pesan singkat ke Mawar hanya untuk sekedar mengetahui kabar Mawar yang jauh disana. Setelah mendapat kabar Very kembali tenang, semua rombongan dari pihak priapun mulai berangkat pulang.

Hari demi hari Very merasakan rasa sayang dan cinta yang begitu mendalam kepada Mawar. Very benar-benar terpesona oleh Mawar, dia menilai Mawar seorang wanita sempurna untuk dijadikan seorang pendampingnya dimasa depan. Suatu hari di gang yang sama Very kembali bertemu dengan Mawar, kali ini Very memberanikan diri untuk menyapanya, dengan nada yang lemah “Hai Ubur-ubur” kata-kata itu terucap dari mulutnya dengan berlalu begitu saja tanpa berhenti. Tak lama kemudian Mawar mengirim SMS kepada Very “oh itu kepiting, kenapa ga pernah menyapa sih kalo bertemu. Dasar kepiting”. Very hanya membalasnya dengan ketawa. Semenjak itu mereka semakin dekat. Setiap kali Mawar lewat didepan rumah Very, mereka saling melontarkan senyuman.

Dalam satu kesempatan Very mengutarakan semua perasaannya kepada Mawar melalui SMS, “Aku benar-benar menyayangimu dan mencintaimu setulus hati, apakah kau mau menjadi pacarku ?”, Mawar pun membalas “iyah sama aku juga menyayangimu dan mencintaimu”. Membaca itu Very merasakan kebahagian yang tak terkira, tanpa Very sadari apakah dia di terima menjadi pacar nya atau tidak. Hubungan mereka berjalan dengan mesra dan penuh pesona indah. Mereka berhubungan hanya melalui SMS saja tidak pernah bicara langsung satu sama lain. “Don’t sad I always beside you” dan “Aku takkan pernah meninggalkanmu apapun yang terjadi” itu dua janji yang terlontar dari Very.

Selepas kerja seperti biasa Very berangkat ke warnet, tapi kali ini dia tidak duduk menatap layar komputer , dia menemani seorang lelaki yang lagi asyik bermain game. Lelaki itu adalah Roy, dia masih mempunyai ikatan kekeluargaan dengan Very mereka bercengkrama, sambil bermain gamer, tiba-tiba sebuah pesan muncul dari FB Roy. Saat Roy membuka pesan itu Very terdiam terpaku bagai tersambar petir. Pesan itu dari Mawar dan beruliskan “cinta”. Very bersikap tenang dihadapan Roy, dan Roypun tidak membalas pesan itu hanya melanjutkan game yang tertunda tadi.

Sesampainya dirumah, Very bingung tidak tau apa yang harus dilakukannya. Dia takut salah melangkah, SMS pun dikirim kepada mawar “hai mawar. Eh very mau tanya, Mawar dengan Roy ada hubungan apa ?” tak lama kemudian hp Very berbunyi, “oh Roy? Kita Cuman sekedar kakak dan adik”. Jawab Mawar, dengan penuh kegundahan Very pun membalasnya “terus kenapa sebut sama dia cinta?”, “yah itu kan cuman sekedar ucapan, sumpah Mawar cuman menganggapnya dia sebagai kakak ko”. Very pun mempercayai ucapan Mawar dan meminta maaf atas keraguannya. Namun untuk sementara waktu Very meminta jangan menghubunginya. Mawar tidak bisa menerima itu, Mawar tidak mau di tinggalkan oleh Very. Very menceritakan tentang hubungannya dulu dengan seorang wanita yang dia cinta sebut saja Stevani. Dia tidak ingin hal yang dulu dia alami terulang kembali. Demi semua itu Very menggunakan FB wanita yang dulu pernah menghianati dirinya untuk mencari tahu seluk beluk Mawar di belakang Very. dan hasilnya mengejutkan Mawar berkata sama dengan yang di ucapkan langsung kepada Very.

Dua minggu sebelum Ulang tahun Mawar. Mereka taruhan apabila berat badan Mawar bisa turun maka Mawar bisa minta apa saja kepada Very, begitupun sebaliknya jika Mawar tidak bisa menurunkan berat badannya maka Very bisa minta apa saja kepada Mawar. Mereka pun tertawa. Namun satu minggu berlalu mereka harus berjauhan dan tidak bisa berkomunikasi karena Mawar akan mengikuti kegiatan pramuka disekolahnya selama satu minggu diluar daerah. Itu berarti saat Mawar pulang nanti bertepatan dengan hari ulang tahunnya Mawar. Very berpikir “wah klo ikut kegiatan itu berarti Mawar bener-bener bisa turun berat badannya”.

Lima hari sebelum hari Ulang tahun Mawar, Very pergi untuk mencari sebuah hadiah, setelah beberapa jam, dia berhasil menemukan sebuah toko boneka. Very pun memesan sebuah boneka dengan ukuran yang sudah di tentukan. Tiga hari kemudian Very mendapat kabar kalau pesanannya sudah selesai dan siap diambil. Tapi sial buat Very hari itu hujan turun dengan derasnya, “seandainya hari ini ga diambil takutnya ada yang kurang, yah gimana entar aja deh”, pikir Very.

Hujan yang mengguyur deras tidak bisa menghentikan Very. Dia berangkat dengan sepeda motor kesayangannya. Di tengah jalan dia hampir mengalami kecelakaan, jalan yang di tempuh nya licin karena hujan, tapi dia pun sampai ke tujuan dengan selamat, semua pengorbanan itu setimpal dengan pesanannya, sesuai dengan yang diinginkan. Setelah pulang kerumah dia cepat-cepat mengganti pakaiannya. Dan tersenyum sendiri karena apa yang diinginkannya terwujud.

Akhirnya hari-hari yang ditunggu tiba, Mawar memberitahu Very kalo dia sudah pulang melalui SMS, sekaligus memberitahu klo Mawar kalah taruhan berat badannya tidak turun. Namun dengan kemenangan itu Very tidak meminta apapun dari Mawar, Very cuman meminta untuk bisa bertemu dengan Mawar. Pagi dini hari menjadi pilihan yang tepat untuk bertemu, mereka berbincang-bincang dengan penuh senyum kebahagiaan. Disela itu Very memberikan boneka yang telah dia pesan dulu, Mawar terkejut dan terharu atas itu. Sesaat sebelum mereka pulang kerumah masing-masing, Very memberanikan dirinya, Very mengecup kening Mawar dengan penuh kasih sayang. Dan fajar pun mulai terbit menyambut cinta mereka berdua.

Ditengah keharmonisan hubungan mereka. Very mulai merasakan sesuatu yang aneh terhadap diri Mawar, Very merasakan Mawar ada hubungan yang lebih dari sekedar kakak beradik dengan Roy. Akhirnya Very mencoba untuk mencari kebenaran semua itu. Dan tepat apa yang seperti dipikirkan Very, dia pun meminta penjelasan yang sebenarnya kepada Mawar kemudian sebuah rahasia pun terbongkar ternyata Mawar adalah kekasih Roy. Mereka terdiam dalam heningnya malam, tidak ada satu patahpun yang terucap dari mulutnya, dia belum bisa mempercayai apa yang baru didengarnya, tak bisa di bendung lagi air mata Very bercucuran membasahi pipinya. Very tidak ingin Roy tahu bahwa Mawar telah menjadi pacarnya juga.

Very memutuskan untuk meninggalkan Mawar. Namun mawar tidak ingin Very meninggalkannya, kemelut dalam diri Very benar-benar telah membakar hatinya. Very pun memberikan pilihan kepada Mawar “Jujur jangan bohongi hatimu sendiri, Mawar pilih aku atau Roy?” ucap Very. Mawar menjawab “Aku memilihmu karena aku sangat membutuhkanmu, menyayangimu, mencintaimu dan aku akan meninggalkan Roy dalam waktu dekat”, karena cinta itu mereka pun saling mengikat janji dibawah rembulan malam “kita berjanji akan selalu JUJUR, PERCAYA satu sama lain, dan HIDUP SEMATI”.

Setelah hubungan Mawar dengan Roy berakhir semuanya semakin terasa indah, tak seorangpun bisa mengganggu mereka berdua, jalan bersama, makan bersama, tertawa bersama, dan menangis bersama. Suatu waktu Very mengajak Mawar untuk pergi jalan bersama, mereka berangkat dengan sepeda motor very, terpancar kebahagiaan dari mereka berdua. Setelah sampai di tempat tujuan mereka bingung mau kemana, dan nonton, itu yang menjadi tujuannya, genggaman tangan yang erat membuat mereka begitu mesra, waktu itu adalah bulan Ramadhan, setelah selesai nonton mereka pulang dan buka bersama disebuah tempat makan. Di tengah asyiknya mereka makan, Hp Mawar berbunyi dan itu SMS dari keponakannya. “Bi cepet pulang orang di rumah udah pada nanyain” isi dari sms Mawar. Tak lama kemudian akhirnya mereka berangkat pulang untuk mencegah Mawar terkena marah oleh keluarganya.

Sampailah mereka di tempat awal, Very mengantarnya sampai tujuan, dengan rasa khawatir very mengirim SMS kepada Mawar “cynk gmn ?? kna marah ga ma c’mamah ??”. “ga say cmn di omelin dikit. Udah biasa ko. Hahhaha” balasan dari Mawar. Mereka pun kembali terlarut dalam pesan singkat. Sampai mereka tertidur lelap.

Ditengah malam Very selalu memikirkan Roy, karena pasti Roy akan selalu menghubungi Mawar, jika Mawar terus memberikan perhatian kepada Roy, besar kemungkinan Roy akan merasa mendapatkan sebuah harapan, seandainya itu semua terjadi maka Very tidak akan ada kesempatan untuk menjelaskan hubungannya dengan Mawar kepada Roy. Untuk mencegah kesalah pahaman itu semua, Very mencoba berbicara dengan Mawar, dalam pembicaraan itu Very menegaskan “jangan pernah menghubungi atau dekat lagi dengan Roy”, Tanpa menyebutkan alasan Very kenapa harus melakukan semua itu Mawar menyetujuinya dan bersumpah takkan berhubungan dengan Roy kembali, Very pun memegang dan mempercayai ucapan Mawar.

Hari – hari mereka jalani bersama dengan penuh kebahagiaan, namun tetap Very merasa tidak tenang, Very mencoba mencari tahu tentang Mawar melalui FB Stevani yang dulu pernah dia pakai untuk mencari kebenaran tentang Mawar, Stevani yang di pakai Very menanyakan beberapa pertanyaan kepada Mawar hingga mereka bertengkar. Very sangat terharu dengan kata-kata Mawar untuk terus menjaga Very sampai kapanpun. Keraguan Very pun menghilang begitu saja. Mawar tidak mengetahui kalau Stevani itu adalah Very.

Dua hari setelah Hari Raya Idul Fitri, Very memberanikan diri untuk berbicara dengan orang tua nya, Very meminta izin untuk melamar Mawar saat nanti dia keluar sekolah. Namun seketika juga kedua orang tua Very menolaknya, karena suatu alasan mereka tidak memberikan restu kepada Dia. Hatinya benar-benar hancur waktu itu. Very meninggalkan rumahnya untuk menenangkan diri, semua itu tak bisa Very ceritakan kepada Mawar, Dia mengajak Mawar untuk pergi makan besama teman – teman Very, disana tak sedikitpun Very memperlihatkan kekecewaan di parasnya, Dia cuman ingin mengelihat Mawar bahagia hari ini. Tapi saat pulang siapa sangka Mawar menanyakan apa yang sebenarnya terjadi kepada Very, dengan senyuman dia menjawab “Ga apa apa, semuanya baik – baik aja ko“. Very menyadari suatu saat nanti Mawar akan mengetahui hal yang sebenarnya. Dikeheningan malam Very masih teringat semua ucapan orang tuanya, hatinya kembali tersakiti dan tidak bisa menerima itu semua, cucuran air mata Very tak bisa memberikan jawaban yang pasti, terlintas di dalam kepalanya untuk mengakhiri semuanya dengan mengakhiri hidupnya. Very mempersiapkan semuanya setelah semuanya siap Very teringat salah seorang sahabatnya “Indi”, dia mencoba untuk mengucapkan salam terakhir, namun sahabatnya itu memberikan sebuah penjelasan kalau hidupnya masih berarti untuk orang lain.

Very tersadar dalam sedihnya, dan mengurungkan semua niatnya itu, dia sangat berterima kasih kepada Indi yang telah mengindarkan dia dari hal yang bodoh.

Dalam keputusan orang tua Very yang tidak memberikan mereka restu, Very dan Mawar masih menjalani hubungan dan saat itu Mawar telah mengetahui jawaban orang tua Very, tapi mereka tak memperdulikannya mereka benar – benar saling mencintai, dengan janji yang dulu pernah terucap, tak mungkin Very ingkari.

Saat siang berganti malam, tanpa di sengaja Very mengetahui kalau Mawar masih ada komunikasi dengan Roy, dengan penuh rasa kekhawatiran dan rasa takut atas semua praduganya itu akan menjadi kenyataan, Very menghubungi Mawar untuk berbicara langsung, Very marah akan semua janji Mawar yang slalu diingkarinya. Mawar meminta maaf dan Dia memaafkannya karena rasa sayang dan cinta melebihi amarahnya. Dia pun menegaskan kembali kepada Mawar untuk memegang semua janjinya.

Namun semua kejadian itu terus terulang kembali, menimbulkan perselisihan diantara mereka, percintaannya semakin terusik dan terasa tidak harmonis seperti dulu lagi. Pada suatu malam hal yang ditakutkan oleh Very akhirnya terjadi. Roy mengetahui semua tentang hubungan Mawar, Very mencoba menjelaskan semuanya kepada Roy, tapi percuma Roy yang kala itu masih mencintai Mawar, tidak bisa menerima semua penjelasan dari Very.

Seluruh rencana Very hancur berantakan, dia meminta Mawar untuk bertanggung jawab atas semua tindakannya, dia mengakhiri hubungannya dengan Mawar. Tapi Mawar tidak ingin itu semua, Mawar tidak ingin kembali lagi kepada Roy, “untuk apa aku bersamanya kalau aku tidak mencintainya, cintaku ini hanya untukmu seorang.” Ucap Mawar kepada Very. Very menjelaskan kenapa dia melarang Mawar untuk tidak saling berkomunikasi dengan Roy. karena Very ingin menjelaskan hubungannya dengan Mawar dikala Roy sudah tidak mencintainya lagi. Tetapi harapannya itu tidak pernah terjadi, setelah mendengarkan penjelasan Very, Mawar menangis dan meminta maaf atas semua yang telah dia lakukan. “Tapi semuanya sekarang terserah Mawar” yang terucap dari mulut Very. “Aku bersumpah takkan mengulanginya lagi, Aku berani bersumpah diatas Al-quran untuk janjiku itu, bahwa aku TIDAK MENCINTAI Roy !” balas Mawar. Sekali lagi Very mempercayai Mawar, dia memaafkannya.

Setiap masalah yang Very hadapi, selalu dia ceritakan kepada kakak iparnya teh Tiar. teh Tiar adalah orang pertama yang tahu akan hubungan Very dengan Mawar, teh tiar slalu memberikan saran setiap Very menghadapi masalah baik itu masalah kekeluargaan atau masalah percintaannya. Very menganggap teh Tiar salah satu orang dari pihak keluarga yang mengerti akan keadaan dirinya. Mawar pun sempat dikenalkan oleh Very kepada teh Tiar, dan teh Tiar mempercayai juga mendukung hubungan mereka berdua. Teh Tiar slalu mencoba menjelaskan dan meyakinkan Mawar lah yang terbaik bagi Very kepada kedua orang tua Very. Sesekali Very pulang kerumahnya dan menceritakan kejadian yang dialami. Mereka saling tertawa, teh Tiar juga slalu bercerita kepada Very tentang masalah yang di hadapinya. Mereka saling memberi masukan yang positif dan menjaga kerahasiaan bersama.

Seiring berjalannya waktu masalah Mawar dan Roy terlupakan, Mawar dan Very kembali di selimuti dengan kebahagian, namun kebahagian itu slalu saja di penuhi dengan tangisan saat Mawar kembali melakukan kesalahan yang sama seperti dulu yaitu komunikasi Mawar dan Roy berjalan lagi, dan setiap Very mengetahui itu, dia slalu memaafkan Mawar dan slalu memaafkan segala kesalahan Mawar, walau Mawar terus mengulanginya. Akhirnya Mawar memutuskan untuk menjauh sementara waktu dari Very demi kebaikan bersama, Very mengabulkan permintaan Mawar.

Seminggu berlalu, tidak ada kabar atau komunikasi antara Mawar dengan Very. Hari Minggu, hari itu adalah hari libur kerja Very dan hari itu juga hari yang benar – benar membuat Very harus menelan pil pahit dalam hidupnya. Saat pagi menyongsong Very teringat terus kepada Mawar, dia mencoba mencari tahu keberadaan Mawar, pada saat itu Mawar tidak membawa Handpone nya karena terkena razia di sekolah, jadi sangat sulit bagi Very untuk menghubungi Mawar. Tapi Very tidak menyerah begitu saja, dia menghubungi keponakan Mawar, alhasil usahanya itu nihil tidak ada informasi yang mengarah ke keberadaan Mawar. Very pun berangkat menuju rumah Mawar berharap bisa menemukan Mawar disana, bolak balik dia mencari mawar, hasilnya pun tetap sama.

Dengan wajah yang lesu Very duduk termenung ditempat dia mengikat janji dulu bersama Mawar, berjam – jam dia terdiam. Hingga akhirnya pada sore hari dia melihat dari arah kejauhan seorang wanita yang dia kenal. Ya, Mawar, tetapi Very masih terdiam karena belum bisa memastikan kalo itu benar – benar mawar. Ketika Very melihat wanita itu berbelok ke sebuah gang perumahan diikuti dengan seorang lelaki, rasa penasara dalam diri Very muncul dia mencoba memotong jalan untuk meyakinkan apa yang dia liat itu salah. Dengan jantung yang berdetak kencang dia menyusuri gang – gang perumahan dan saat sampai disalah satu belokan, mata Very tertuju menatap sepasang insan sedang berjalan berdua diiringi tawa kecil, namun tawa itu hilang begitu saja ketika kedua insan itu melihat kearah Very. Kedua insan itu adalah MAWAR dan ROY !!

Di gang yang kecil itu mereka saling berpapasan, tak ada dari mereka yang berani menatap Very, hanya senyum terpaksa yang terlihat di wajah Roy. Mereka berlalu begitu saja, Very masih tidak percaya apa yang baru saja dia lihat. Dia berjalan dengan pelan, wajahnya tertunduk ke bawah, seluruh badannya gemetar, air mata yang berlinang pun berjatuhan satu demi satu menahan rasa sakit dalam hati, dia pun berlari dengan kesedihan yang mendalam menuju kediamannya. Tak terelakan tangisan Very semakin menjadi, “Ok, mungkin aku hanya seseorang yang mengganggu kebahagiaan kalian, kalian mungkinkan slalu bahagia jika diriku tidak ada didunia ini.” Dia tersenyum diiringi dengan isak tangis, “yah jalan yang terbaik adalah dengan kematianku.” Ucap very.

Saat semua itu akan menjadi jalan terakhir Very, dia teringat kembali dengan salah seorang temannya yang dulu pernah dia bantu. Dia pun menghubunginya dan mengurungkan niatnya tadi, “Tolong datang kesini, aku butuh seseorang”. Telepon singkat dari Very kepada Lisna, tak lama berserang pintu pun terbuka dengan rasa heran Lisna menanyakan apa yang terjadi, namun Very hanya bisa terdiam dan menangis tersedu – sedu dipelukan lisna. Lisna mencoba menenangkannya, setelah Very merasa tenang, dia menceritakan apa yang telah terjadi padanya, Lisna mendengarkan apa yang di ucapan Very dengan seksama. Lisna terus memberi dukungan kepada Very dan mencoba untuk membuat Very tegar, ditengah cerita sesekali Very meneteskan air matanya karena dia merasakan sakit yang mendalam. Setelah semuanya selesai dan tenang Very pun mengucapkan Terima kasih kepada Lisna, dan mengantarnya pulang.

Malam itu mata Very tak bisa terpejam, dia masih mengingat kejadian tadi sore, saat tengah malam, handpone yang berada disampingnya berbunyi, dia membuka pesan yang diterima, pesan itu dari Mawar. Mawar mencoba menjelaskan apa yang dia liat semuanya itu adalah kesalahpahaman saja. Very meminta Mawar menjelaskannya langsung. Keesokan harinya Mawar datang, bermaksud menjelaskan semuanya, dengan rasa yang tenang Very mendengarkannya tak ada kata – kata yang terlewatkan oleh Very, Mawar berkata “kalau kemarin itu kita cuman pulang bareng aja, karena Roy ngajak pulang bareng, kita ga ngelakuin apa – apa dan semua itu cuman kebetulan aja.” Dengan senyuman Very menjawab “yah klo itu yang sebenarnya aku akan memaafkanmu.”

Saat bersama dengan Mawar, Very tak pernah bisa menyembunyikan rasa cintanya. Dia selalu mempercayai ucapan Mawar walau Very tau semua itu akan terulang, kala itu Mawar berjanji kembali , semua itu takkan terjadi lagi, dia akan menjauhi semua yang bisa membuat Very sedih. Very kembali memegang janji Mawar, mereka pun kembali tertawa bersama mengisi hari - hari. Very menceritakan tentang Lisna kepada Mawar, tak disangka – sangka Mawar memiliki rasa cemburu kepada Lisna. padahal Very dengan Lisna itu hanyalah sebatas teman, Very bercerita saat lisna datang menenangkan dirinya Down oleh Mawar.

Satu minggu setelah kejadian itu, Very mendapati Mawar menghubungi kembali Roy. Very kembali terdiam, Mawar meminta maaf. Tapi kali ini Very tak berucap satu katapun, Very cuman berkata dalam hati “kenapa slalu saja dia kenapa ??”. Saat Mawar akan pergi meninggalkan Very, dengan lantang Very berkata, “Roy lebih pantas dengan mu dari pada diriku”, Mawarpun membalas “yah Lisna lebih pantas dengan mu dari pada aku”, dan Mawarpun berlalu pergi. Dalam hati Very berkata, “kau cemburu dengan temanku itu. kau tidak tau aku lebih cemburu dan sakit hati saat kau bersama Roy, kau tidak tau apa yang benar – benar aku rasakan, sakit hati ini ku pendam sendirian. Rasa cemburuku tak pernah aku ucapkan. Karena aku tak ingin menyakitimu, apa kau tau itu ???” dan Dia berdoa semoga saat terbangun nanti semuanya akan baik – baik saja.

“hudang woyy hudang”, Very terbangun dengan keributan itu, saat dia membuka mata dia melihat sahabatnya Putra berdiri tepat di pandangannya, sambil menarik selimut yang di pakai Very. “ahhhh ngangganggu wae ente mah, batur keur sare teh” dengan logat sunda yang pasih mereka berbicara. Hari itu very masuk kerja siang hari.

“Buru bantuan ngadorong mobil kedeung teu hurung yeuh”, dengan wajah kebingungan Very menjawab “nyak hayu”. Tanpa waktu lama mobil itu berhasil didorong kejalan, Very pun berencana untuk meneruskan tidurnya kembali, saat dia akan memejamkan mata, Hp nya berbunyi, “Tulungan kedeung yeuh mobilna pareum deui, pang dorongkeun”. “ahh si cumi teh” jawab Very. Dengan tergesa – gesa dia mencari kunci motornya dan langsung menancap gas ke arah Tujuan. Sesampainya di tempat tujuan, “kuat moal ente ngadorongna ??”, nada keraguan terucap dari Putra, “walau awak ane leutik tapi tanaga mah gede, hehehehe” jawab Very. saat Dia coba mendorong mobil itu. “walah beurat oge ning. Tapi geus tanggung ngomong” gerutu hati Very. dengan semua kemampuan dan tenaga yang tersisa Very mendorong nya dan berhasil.

Terlelaplah kembali Very dalam mimpi sesampainya ditempat tidur. Tak terasa jam pun menujukan Jam 12 siang, setelah bersiap – siap dan dengan wajah yang masih mengantuk dia berangkat kerja. Baru saja beberapa menit dia berjalan, Dia mendengar suara yang memanggil namanya, saat menengok kebelakang, ternyata Teh Tiar lah yang memanggilnya, tak lama Very langsung membalikan motornya. Dan berbincang – bincang di pinggir jalan.

Disaat perbincangan berlangsung, datanglah dua orang pengemis menghampirinya. Dengan seadanya dia memberi pengemis itu. Setelah itu Very terus menatap kedua pengemis itu, dan tatapannya semakin tajam saat dia melihat seorang wanita keluar memberikan uang kepada pengemis itu, dengan nada yang tepatah – patah dia memberi tahukan apa yang dia lihat tadi kepada teh Tiar, tidak lama kemudian dengan rasa penarasan teh Tiar mendatangi tempat yang di tunjukan oleh Very. baru saja sampai di pintu, teh Tiar kembali dengan raut wajah yang kaget. Akhirnya very sendiri yang datang melihatnya, sesaat sampai disana dia terkejut. Dia melihat Mawar dengan Roy sedang duduk berdua tertawa bersama. Dia kembali ke teh Tiar di ikuti oleh Mawar. Mawar hanya bisa terdiam dengan semua kata – kata Very, Dia merasa kalau semua yang dilakukan untuk memperjuangkan hubungan mereka selama ini hanya dipandang sebelah mata oleh Mawar.

Teh Tiar tak bisa mengungkapkan rasa kekecewaannya apa yang tadi dia lihat, teh Tiar benar – benar terus membantu Mawar dan Very untuk bisa bersatu. Hanya sebuah tangisan kesedihan yang tercurahkan dari paras teh Tiar, Very untuk kali ini tidak meneteskan air matanya, karena yang dia rasakan adalah sakitnya teh Tiar atas semua kenyataan ini. Saat itu juga hati Very benar – benar membeku, Dia rasa semuanya hanya omong kosong belaka. Mawar hanya tertunduk tanpa sedikit pun mengeluarkan sebuah kata – kata, dan Roy tidak berani keluar mendampingi Mawar dia hanya bersembunyi di balik teman – temannya. Teh Tiar pun beranjak pergi dengan tangisan di wajahnya dan Very pun berangkat menuju tempat kerjanya. Dalam perjalanan Very terus bertanya – tanya. “Semua janjiku yang terucap untuk terus bersama denganmu sampai mati, slalu ku perjuangkan semampuku, tapi semuanya kau bayar dengan kebohongan, janjimu padaku hanyalah sebuah mimpi. Dan aku telah terhanyut dalam mimpi itu.”

Semenjak saat itu tidak ada yang tahu apa yang terjadi dengan Mawar. Very masih tidak mengerti atas semua yang dilakukan oleh Mawar. Dia tidak menyangka Mawar yang kelihatan lugu dan jujur apa adanya, memiliki dua sisi yang takkan bisa dimengerti oleh semua orang. dan Roy, masih menyimpan misteri, karena menurut keterangan Mawar, dari dulu Roy mengetahui ID Log in FB Mawar, tetapi Roy tidak mencegah semua percakapan Mawar dan Very selama ini kalau seandainya dia bisa masuk ke FB Mawar.

Mawar tidak pernah mengetahui bagaimana pengorbanan diri Very demi terus menjaga janji sehidup semati mereka, Dia slalu memaafkan apapun kesalahan Mawar meski hatinya terasa dicabik – cabik oleh kelakuan Mawar. Dimata teman – teman Very, Mawar adalah seorang wanita yang sempurna, baik dan lugu. Dan dimata teh Tiar, Mawar sudah dianggap sebagai adik iparnya sendiri, dibelakang hubungan mereka, teh Tiar bersama Very slalu bersama – sama memperjuangkan agar orang tua Very bisa merestui hubungan mereka.

Dan apakah yang terjadi dengan diri Very ???




3 komentar:

  1. kasian tuh cowonya,
    udah ngorbanin semua, cuman buat mawar
    tp ga setimpal dengan balasannya.
    Buat very sabar aja.
    masih banyak cewe yg bisa mnghargai pengorbananmu.

    salam Kaskusker jakarta.

    BalasHapus
  2. Makasih banyak buat kaskusker Jakarta. :D

    Update Username dan Password ESET NOD32 V4 2.71.2 Desember 2016.

    http://www.ziddu.com/download/16782266/NOD32.rar.html

    pass : tumytamimi.co.cc

    BalasHapus
  3. Sedih juga ceritanya gan.
    mnurut gw..Roy hny brni main blakang aja.
    disamperin malah diem.
    utk very, tnng aj smw pst da karmanya

    BalasHapus

Tingkatkan comment yang baik gan !!!